Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Saturday, July 16, 2016

Kembali Belajar



Pasca bergelut dengan skripsi kemarin, otak dan jemari sepertinya ingin beristirahat. Tapia pa daya, hati terus memaksakan ajakannya untuk menulis. Jadi ini inlah; satu-dua pikiran yang terlintas dalam selang beberapa hari ini.

Yang pertama adalah satu isu besar (bagi orang muslim normal) yang terjadi di belahan bumi yang lainnya, tepatnya di negara Turki. Yaitu kegagalan kudeta Presidan Recep Tayyip Erdogan. Berbagai sumber menyebutkan kalua kegagalan tersebut adalah karena dukungan rakyat yang kuat terhadap pemerintahan Erdogan, sehingga para pengkudeta selain berhadapan dengan loyalis pemerintahan, juga berhadapan langsung dengan rakyat yang langsung turun ke jalanan kita Ankara dan Istanbul. Alhasil, alhamdulillah Turki masih stabil seperti sedia kala. Menjadi Negara dengan prinsip Islam yang disegani oleh dunia.

Saya melihat hal ini sebagai bukti bahwa cita-cita luhur masih bisa diperjuangkan, meskipun berbagai aral rintangan terus menghadang. Turki bisa, mengapa Indonesia tidak bisa?? Bagaimana cara menciptakan kemajuan di Indonesia? Yang pertama kali harus dibenahi adalah pribadi setiap individu untuk selalu menginsyafi dirinya. Kumpulan individu yang seperti ini adalah menjadi masyarakat yang kuat, sehingga bangsa yang berkepribadian kuat akan tercipta. Dan dengan begitu akan muncullah pemimpin yang diidam-idamkan. - Kayaknya mudah sekali dikonsepkan ya??? – Tapi tidak apa-apa, ini adalah niatan baik, dan niatan baik adalah suatu kebaikan. 

-
Yang Kedua, Adikku tiga hari lagi akan mengikuti jalur mandiri test masuk Universitas (amat jauh beda topiknya ya?? hehehe...) . Ini adalah harapan terakhir untuk bisa masuk ke universitas Negeri. Dan aku dari keluarga, aku disuruh mengantarkanya, padahal aku sendiri punya agenda yang mungkin tidak mungkin (tidak) bisa ditinggalkan. Dan karena agendaku sendiri masih belum jelas, kusanggupi untuk mengantarkannya. 

Ingin kukatakan padanya “Dunia universitas itu berbeda. Kamu harus memiliki prinsip. Jangan suka ikut-ikutan. Apalagi bangga dengan apa yang kamu pura-pura lakukan. Jadi diri sendiri. Tegakkan sholat. Jika kau dalam kesulitan, meminta bantuanlah dengan sholat dan sabra. Kemudian berbebesar hatilah jika ada satu-dua hal yang tidak sesuai harapanmu. Dan terakhir, maafkanlah kakakku ini yang belum bisa banyak membantumu”. 

Insyaallah blog ini akan hidup kembali, guna berbagi satu-dua pikiran, untuk kembali belajar.


Saturday, January 2, 2016

Catatan Terima Kasih (1)

Tahun telah berganti. Tapi masih banyak hal di tahun sebelumnya yang belum bisa digantikan. Banyak hal..! Dan semester pun telah berganti, karena liburan telah usai.

Untuk saya pribadi, sepertinya saya tidak memiliki resolusi tahun baru seperti kebanyakan orang-orang. Ada semacam keyakinan kalau takaran waktu yang diciptakan manusia tidak sepenuhnya benar dan cocok. Mungkin karena terlalu banyak membaca buku filsafat atau apa... Seperti apakah waktu itu benar-benar ada jika seandainya bumi tidak berotasi, dan tidak berevolusi..??? just a thought...

Saya lebih pragmatis. Mungkin tepatnya lebih berpatokan pada kalender kegiatan saya pribadi. Karena manusialah yang seharusnya mengendalikan waktu. Bukan waktu yang memberi jatah mengenai apa-apa yang harus kita lakukan. Karena kalau seperti itu.. apa-apa yang ditargetkan oleh seseorang jika belum tercapai sampai di bulan Desember nanti, maka dia akan mati-matian mengejarnya. Memaksanya untuk terjadi, dengan artian asal terjadi saja. "Yang penting sudah kulakukan". Dan menurut saya, perkerjaan yang asal-asalan kurang bernilai.

Tapi karena tahun 2016 M ini bertepatan dengan pergantian semester. Dan karena saya seorang mahasiswa yang diharuskan mengikuti aturan kalender akademik kampus. Maka memang ada beberapa list yang telah ditargetkan untuk semester ini, paling tidak memenuhi tuntutan akademik. Salah satu di antaranya adalah selesai skripsi.

Iya.. selesai sekripsi. Ada beberapa opsi mengenai planning setelah skripsi. Tapi paling tidak setelahnya saya bisa pulang ke rumah dengan tenang. Karena beberapa hal di rumah telah banyak berubah setelah liburan kemarin. Beberapa hal yang sepertinya membutuhkankan keberadaan saya di antaranya.

Anyway.. Inilah kehidupan. Ada permulaan dan akhiran. Dan di antaranya kita terus berjalan. Salah satu filsafat hidup yang pernah saya dengar dari guru sekolah saya dulu, "The great start is good, but the great finish is better". Semoga bisa istiqomah...!

Tuesday, December 15, 2015

Belajar Menulis 2

"Jika kau ingin menulis, menulislah. jangan kau tunda. jangan biar hal-hal sepele nan konyol membuyarkan keinginanmu. Menulislah, untuk hari ini dan esok"

Mengapa harus menulis? menurut saya, karena ada banyak sekali hal-hal bear dan hebat di dunia yang patut disampaikan. Dan selanjutnya dijadikan pelajaran, baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Menulis juga untuk mengikat hal-hal tersebut agar tidak lepas. Sehingga sesekali bisa kita tengok kembali untuk mengingatkan pelajaran yang terkandung di dalamnya.

Berawal dari buku-buku dan tulisan lain yang telah dibaca. Atau petuah-petuah, ceramah, bahkan lagu-lagu yang kita dengar. Atau gejolak hati dengan berbagai macam perasaan yang timbul. Menuliskannya semua akan melatih perpaduan antara bahasa dan perasaan. Akan menambahkan keinsyafan pada diri. Dan akan membuka wawasan baru.

Bagaimana jika orang jahat yang menulis? Dia berkehendak untuk menyebarkan makar kejahatannya. Bagaimana dengan mereka yang memalsukan sejarah dalam karangannya? Bagaimana dengan mereka yang menyebar fitnah dengan tulisannya? Bagaimana dengan mereka yang memiliki niatan kotor dan buruk dalam tulisannya? ... Itulah mengapa kebaikan juga harus ditulis. Bahkan harus lebih dalam kulitas dan kuantitasnya, sehingga kebaikan akan menang.

Memang di sana-sini masih ada banyak manusia jahat. Ini karena syeitan masih bertebaran. Tapi manusia sejatinya tetap memiliki satu dasar kebaikan dalam hatinya, yang tidak akan berubah. Dengan tulisan-tulisan yang baik-baik, kita gubah kebaikan tersebut. Kita munculkan dan kita tarik kekepala, sehingga niatan jahat yang sedang berputar di otak terbuang.

Berbeda halnya jika orang memiliki pandangan kebaikan di satu sisi belum tentu kebaikan di sisi yang lain. Hal-hal besar yang bisa merenyuhkan hati pun tidak bisa menaklukkan hati semua orang. Kemudian masih untuk apakah menuliskannya?? Kalau sudah begitu maka kita kembalikan pada inti dari semua ini, inti kehidupan ini. Bahwa apapun yang dilakukan oleh manusia adalah untuk dirinya sendiri.

"Menulislah untuk diri sendiri. Menulislah dengan sebaik-baiknya dan seindah-indahnya. Sehingga ketika kau membacanya, kau akan menemukan tulisan yang baik nan indah"

Wednesday, November 25, 2015

Jangan Diam !

Hari ini hari kamis 26 Agustus 2015. Tidak ada yang istemewa. Hanya saja baru kusadari ternyata tahun 2015 tinggal satu bulan lagi. Terasa sangat cepat waktu berlalu. Atau mungkin kita tidak merasakannya, karena kehidupan ini mengalir di dalamnya. Berjalan bersama waktu.

Seperti halnya seseorang berlari searah dengan angin. Dia tidak merasakan angin yang terhembus jika kecepatannya sama dengan angin yang berhasil melawan udara diam yang akan menghempasnya. Di sana ada angin yang terhembus. Tapi dia tidak merasakannya. Dan begitulah sebaliknya yang terjadi dengan orang yang hanya duduk.

Mungkin seperti itulah kehidupan ini. Dia yang berlari lebih kencang dari angin dibelakangnya akan merasakan angin baru dari depannya. Kalaupun tidak ada angin, udara sedang diam. Dia akan menciptakan anginnya sendiri hasil. Udara diam itulah yang akan menghembusnya. Karena dia bergerak, kehidupannya akan bervariasi. Mulai dari apa yang ada dalam dirinya sendiri, apa ditinggalnya di belakang, keadaan sekelilingnya, dan apa yang sedang menghadangnya di depan. Semakin cepat dia berlari, semakin banyak pengalamannya. Sampai saatnya dia lelah dan istirahat, menikmati apa yang telah dia raih. Mungkin begitulah seterusnya jika dia kembali berlari.

Orang yang duduk diam, mungkin dia akan merasakan sejuknya angin yang menghembus kearahnya, tapi dia akan stagnan. Apa yang terjadi dengannya hanya terjadi dari belakang, seperti hembusan angin tadi, itupun kalau ada angin. Tidak ada jarak yang ditempuh, tidak ada olah dalam raga, dan praktis keadaan di sekitarnya tidak akan berubah (kecuali ada bencana alam).

Maka dari itu setiap orang harus bergerak. Untuk kebaikannya sendiri. Apapun itu. Fikiran, perasaan, tangan, kaki, kepala, hati, perut, lidah, telinga, mulut, mata, dll. Dalam artian menggerakannya sesuai dengan fungsinya. Apa guna telinga jika tidak untuk mendengarkan? mendengarkan banyak hal, dari yang terkecil sampai hal-hal besar yang mungkin harus diulang sehingga benar-benar bisa dimengerti.

Yah.. inilah kehidupan menurut seorang mahasiswa yang bentar lagi mau diwisuda.. Amin ya Rabbal'alamin... Memang tidak mudah mengangkat punggung dari sandaran, tapi di luar sana ada banyak hal yang menuggu. Tidakkah ada keinginan untuk datang mencoba dan merasakannya???

Friday, April 3, 2015

Belum Berwarna

Hari-hari ini adalah hari menulis bagiku. Menulis segala macam, di catatan, blog ini, kompasiana, dll. Bahkan datang proyek baru untuk beberapa minggu ke depan yang sangat membutuhkan kelenturan jemari ini. Hanya saja terkadang aku masih ragu akan arah mana yang kutuju dengannya. 

Satu motivasi terkuatku saat ini adalah organisasi kecil yang sedang kupimpin. Tidak bosan-bosannya kunasehati kawan-kawan anggota untuk terus meningkatkan produktifitas masing-masing, apapun itu bentuknya. 
 
Seorang kawan juga sedang membutuhkan bantuanku dalam penyelesaian sekripsinya. Tidak ada imbalan berarti, karena aku memang tidak memintanya. Dan hitung-hitung ini adalah kesempatan untuk mempelajari apa yang akan kualami tahun depan. 

Satu lagi proyek jangka pajang yang sedang ku kerjakan adalah sebuah novel. Yang rencananya Romadhan nanti akan selesai. Dan selanjutnya tinggal mencari percetakan dan penerbit. Aku tidak yakin dengan hasilnya, tapi yang pasti ini akan menjadi satu pengalaman yang luar biasa. 

Dan yang lebih pasti untuk urusan tulis menulis adalah makalah-makalah tugas kuliah yang mulai menumpuk selepas UTS kemarin. Minggu ini ada dua tugas yang harus kukerjakan yang bisa dibilang cukup sulit karena belum ada gambaran. Beberapa bacaan yang kudapatkan tidak banyak membantu, dan hari Rabu nanti harus sudah dikumpulkan. Tapi seperti biasa, aku yakin bisa mengatasinya... 

Tulisan-tulisan inilah mungkin nanti yang akan menjadi arti eksistensiku. Suatu karya yang ditinggalkan yang dibaca orang lain. Karena praktis, belum banyak skill yang bisa kulakukan. Aku tak takut dengan keadaan ini, hanya saja terkadang terasa mengerikan jika terbayang. Dan menulis adalah satu hal yang cukup mudah untuk dilatih. Semoga saja suatu saat nanti benar-benar bisa menjadi satu skill yang bisa kuandalkan. 

Malam ini terlalu banyak warna yang kulihat. Mungkin karena minggu ini mataku sedikit lebih terbuka dari biasanya. Pandangan terhadap harapan, cita, cinta, dan impian memang masih kabur. Warna yang kutangkap masih belum bisa mendatangkan petunjuk yang jelas. Tapi suatu saat nanti, kelak, aku yakin warna-warna itu akan indah. Indah bagiku, baginya, dan bagimu.

Wednesday, October 29, 2014

Supaya Semua ini Bisa Dipahami

Emang ngeblog masih keren ? 

Satu pertanyaan yang terkadang mengganjal jemari ketika ingin menekan huruf-huruf di keyboard. Ini sudah 2014. Tapi tentu saja langsung bermunculan jawaban pembelaan. Dan yang paling sering nampak adalah jawaban dengan bentuk pertanyaan balik "Emang kenapa?" 

Inilah kehidupan tulis menulis yang masih belum akrab dengan kegiatan-kegiatan yang lain. Padahal sudah lumayan lama perjumpaan, tetapi tetap saja seperti siswa baru yang belum berani berkutik. Dibully sana dibully sini akhirnya tidak berdaya. Masihkah harus menunggu waktu?

Tidak.. Saatnya memaksa. Saatnya memegang kendali penuh seluruh aktivitas. Dan tentu saja tantangan terberat adalah melawan hawa nafsu. Ingin ini ingin itu sudah biasa, tapi ketika sudah mengalahkan niatan baik untuk menulis, maka harus dilawan dan dilabrak. Supaya nampak jati diri dan prinsip yang menjadi tanjakan. 

Menulislah, seperti tanpa alasan... Supaya semua ini bisa dipahami
Supaya semua ini bisa dipahami..

Wednesday, June 25, 2014

Mencari Kehangatan

Aku bangun di tengah pagi. Bekas hujan tadi malam menggiring udara lembab berkabut. Asap tebal berterbangan rendah, dan ketika kudatanginya, kesejukan yang tiada terkira menyibak pori-pori kulit. Aku harus melakukan sesuatu pagi ini...

Mencari kehangatan, iya.. aku harus mencari kehangatan. Kunyalakan leptopku, dan benar saja.. deru hangat mesinnya langsung terasa hangat di telapak tangan. Mata yang sayup terpaksa menerawang layar kaca yang penuh tipuan ini. Oh.. tunggu, bukan ini! bukan ini yang aku cari!

Aku seperti ingin ini dan itu dalam satu waktu. Tetapi ketika layar monitor terjebak ke suatu video di mana seorang ayah mengajak anak perempuannya yang cacat untuk menari dan berdansa, hal itu membuatku terenyuh.. Mungkin inilah kehangatan yang harus aku cari dan kutemukan. Kehangatan diri akan rasa syukur yang tiada bertepi. Sehingga membuatku nyaman untuk selalu bersemayam di sana.

Ku tatap langit yang belum tampak biru. Awan putih masih bergelantungan menahan kuning sinar mentari. Dan tentu saja, kicau burung yang tidak pernah lepas dari telinga ini. Benar-benar kehidupan impian.

Dan di sinilah aku, kembali menulis di blog ini. Mengingatkan betapa sederhananya hidup ini kalau kita tidak terlalu banyak berpikir untuk hal-hal yang tidak-tidak. Menulis ini bagaikan obat untuk memupuk kesederhanaan tersebut. Juga memupuk kehangatan rasa syukur ini.

Aku ingin seperti langit

Friday, May 30, 2014

Menemani Pagi

Selalu menyenangkan ketika kau bisa menemani pagi, menemaninya sebelum dia pergi menjelma menjadi panas siang yang menyilaukan. Selalu menyenangkan ketika kau bisa merasakan angin-angin sejuk pagi yang menyentuh pipimu. Kicauan burung, awan putih, langit biru, lambaian dedaunan, suara motor samping jalan yang menderu, dan duduk diam menantinya dengan tetapan itu.

Tapi ketika empuk kasur dan hangat selimut masih mendekapmu, itulah jalan terjal yang harus kau taklukan. Tidak ada hasil jika tanpa usaha. Tidak ada kesenangan tanpa kepayahan. Tidak ada kantuk istirahat tanpa kerja keras. Dan inilah hidup..

Semua bermuara pada hal-hal pertama, hal-hal yang mengawalinya. Sungguh terasa berat untuk dilaluli, seperti halnya hidup itu sendiri. Ketika si merah jabang bayi baru terlahir, atau proses ketika itu, semuanya terasa berat.. Sang ibu begitu berat menahan sakit yang kemudian diakhiri dengan jerit tangisan si bayi yang baru mengenal dunia. Dan itulah awal dari kehidupannya yang tidak akan pernah bisa dianggap sebagai usaha yang ringan.

Pepatah mengatakan bahwa mereka yang memulai memiliki keutamaan meskipun mereka yang melanjutkan lebih baiik. Ooops... dia telah lewat.. Kerudung hitam, baju kuning kehijauan, rok panjang hitam. Dan telah berlalu. Hehehe...

Pak Masfuk dulu pernah berkata, "apapun yang akan kamu lakukan, mulailah..! Mulai ! mulai ! dan Mulai !" dan itu sangat benar. Seperti halnya ketika aku memulai menyibakkan selimutku, dan berdiri meninggalkan belaian menggoda kasur kuningku. Kemudian disusul dengan memulai langkah pertamaku ke luar sana, untuk menemani pagi.

Wednesday, May 14, 2014

Menulis, Menulis, dan Menulis

Woww.... sudah sangat lama tidak mengunjungi halaman yang satu ini. Tidak disangka ternyata tidak ada yang berubah sama sekali. Hehehe.... di statistik, pengunjung tidak bertambah, juga tidak ada komentar sama sekali. Sangat disayangkan padahal tulisan-tulisan di sini juga bermanfaat og..  

Maaf.. kali ini saya (penulis) tidak ingin berfilsafat macam-macam seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Atau dalam bahasa mudahnya tidak ingin banyak berpikir untuk menulis. Hehehe... karena saat itu, saat saya membuat blog ini, saat itu benar-benar kacau. Tapi Alhamdulillah saat ini, segala sesuatu tampak baik, bahkan sangat baik. Untuk itu, apalah daya kita kalau tidak bersyukur kepadaNya, Allah SWT. 

Mungkin blog ini akan saya hidupkan lagi, mungkin juga tidak. Karena kali ini saya ingin bercerita banyak dan tampaknya cerita-cerita tersebut tidak layak untuk dipublikasikan di Facebook. Mungkin termasuk catatan harian yang tidak penting, mungkin juga beberapa hal yang saya gemari dan ingin membaginya, mungkin juga yang lain-lain.. yang penting semuanya berbentuk tulisan. 

Oke Chui.... satu lagi, Mengapa setiba-tiba ini????? Karena saya baru menyadari arti pentingnya menulis. Secara umum saya simpulkan menulis adalah sesuatu pekerjaan yang luar biasa. Mungkin lebih lanjut akan, dan tidak saat ini akan saya tuliskan hal-hal tentang menulis.

Monday, August 19, 2013

Selalu Ada Jalan

Betapapun susah apa yang kita hadapi, yakinlah kalau ada jalan. Masalah sebesar apapun tidak akan berkutik jika kita menyadari kalau diakhir kelak pasti ada jalan. Dan jalan yang paling bisa diandalkan adalah bergulirnya waktu. Biarkan saja waktu berjalan, semuanya akan menjadi baik bahkan akan lebih baik. Itulah yang kualami selama ini. 

Aku sempat bingung dengan apa yang akan kulakukan pada tahun kemarin setelah pada tahun sebelumnya menjalani tahun yang sengat istemewa dalam hidupku. Aku beranggapan ketika itu bahwa mungkin aku bisa sakit karena terus memikirkan hari-hari itu. Pada hari-hari pertama setelah perpisahanku, serasa hampa. Sueeerrr.... inilah yang ku rasakan. Makan tidak enak, berjalan gontai gak ada semangat, ditambah lagi setiap malam terus dibayangi mimpi akan hari-hari itu. Huh... aku pikir aku akan gila karena hal ini. Beberapa orang aku paksa untuk mendengar curhatku. eh... Malah balik aku yang mendengar kisah mereka. 

Frustasi, Frustasilah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanku untuk saat itu. Tapi satu yang sadari pada hari-hari itu bahwa kenangan-kenangan yang indah itu mulai pudar seiring berjalannya waktu. Aku menyadari kalau mereka-mereka telah pergi, menghilang dari kehidupanku. Dan digantikan oleh orang-orang baru yang sekarang berada di sekitarku. Waktu berjalan lagi dan yang ahkir aku pikir waktu itu telah merubah perasaanku. Yah... itulah habatnya waktu.

Time Passes
Memories fade
People leave
Feelings change
but ...

Yah...serahkanlah pada waktu. Seperti di lagu-lagu, serahkan semunya pada waktu, karena hidup terus berlanjut. Seberapapun berat hantaman yang datang, seberapa sulit permasalahan yang ada. Life goes on. Hidup terus berlanjut. Bersedih ? bersedihlah !!! tapi harus cheer Up di kemudian hari !

Ya.... ya.... dapat dimengerti kok. Ada tapinya ! tapi hati tidak akan pernah lupa. Semua yang telah terjadi akan selalu terkenang di sini. Di sini !

but Hearts never forget

Friday, July 26, 2013

Rock it Tonight !

banyak hal telah berubah, entah disadari atau tidak. entah diinginkan atau tidak. Di tahun ini tidak banyak yang bisa dihasilkan dan tidak pula banyak yang mengecewakan. Berjalan bergelanyut dengan sendiri. Semuanya baik-baik saja.

Malam ini aku akan mendapat satu tugas yang bisa dibilang tidak aku inginkan. Hal yang agak berat dan membuatku nervous saat ini. Semoga nanti tidak!. Aku sendiri tidak begitu yakin apakah nanti malam akan berjalan lancar atau akan hancur berkeping-keping. Aku telah terima dan aku kira aku sudah siap membertanggungkan semunya. Sedikit persiapan yang agak tidak tertata dan sedikit kurang yakin akan menjadi kendala yang tidak dinginkan. Tapi di lain sisi aku ingin membuktikan kalau aku bisa melakukannya. Akan ada banyak kerabat, keluarga, teman-teman yang menyaksikan.

Mungkinj kalian bertanya-tanya tugas macam apa ?. Aku tidak ingin mengatakkannya di sini tapi yang jelas akan ku tandai hal-hal sebelum kejadian dengan terperinci dan begitu pula apa yang akan terjadi setelah kejadian malam ini. Sedikit tegang, gugup, perasaan ingin unjuk gigi bercampur jadi satu. Aku kira ini lebih tepat dikatakan sebagai uji coba pada diriku apakah aku layak melakukannya atau tidak. Meskipun tahun kemarin aku telah melakukannya dan semuanya berjalan dengan lancar. Tapi malam ini aku merasa agak khawatir. Mungkin aku kurang yakin dengan ini. Tapi masih ada waktu satu jam untuk berbenah dan persiapan.]

DI lain semua itu, ada sedikit ketakutan. takut ? aku rasa memang inilah kata yang tepat untuk hal. Aku takut apa yang akan ku lakukan malam ini salah dalam artian secara meteri. Atau tidak cocok dengan apa yang semestinya. Terkadang ingin mundur tapi itu sangat tidak memungkinkan. Semuanya sudah tertata untuk malam ini. Malamku (ku anggap). Aku harus menjadikanya hebat. I must rock it ! yeah. tidak ada kata lain kecuali Rock IT ! Rock it tonight !

Semoga harapan ini tidak berlebihan, tidak terlalu besar, yeah. Rock it tonight !

Friday, June 28, 2013

Harapan Untuk ke Depan

Perjalanan hidup yang tidak akan pernah usai. Satu selesai berganti yang lain. begitu halnya dengan keadaanku. Terkadang aku bingung harus kearah mana. Hanya saja tidak begitu banyak pilihan yang hadir. Dalam kesendirian pun terkadang masih terasa keramaian, ini bagiku. Aku tidak tahu apa yang dirasakan orang lain dalam kesendiriannnya. Satu hal yang terus aku catat bahwa aku masih terus hidup; ya... aku masih bernafas, masih bisa bergerak, jemari masih bisa menari, mata masih bisa menikmati pemandangan, kulit masih merasakan hangatnya mentari seperti pagi ini, dan hati masih terus berdegup tanpa henti.

Oh... Tuhan, Aku rasa memang akulah yang terpilih. berjalan sendiri, tersenyum sendiri, merangkak sendiri, dan bernyanyi sendiri. Tidakkah ada yang menemaniku untuk sesaat lebih lama. Aku sadari mungkin kesalahan ada padaku, tapi apakah akan terus seperti ini. Ujiankah ? Cobaankah ? atau hukuman ? Hanya Engkaulah yang tahu. Di sini aku hanya bisa bersyukur dan akan berusaha untuk selalu bersyukur. Ataukah cara bersyukurku yang salah ?

Tahun ini telah berlalu, dan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada yang bisa menemaniku untuk sesaat lebih lama. Apalagi teman dari mereka. berbicara dengannya saja bisa dihitung berapa kali untuk tahun ini. Itupun hanya dengan Ibuku, adikku, dan nenekku, tidak lebih. Aku sadar pilihanku saat ini tidak banyak. Harapanku, terperangkap dalam keadaan seperti jangan sampai membuatku mengeluh. Keluhan-keluhan hanya membawa kesengsaraan.

Sendiriku untuk berdiri, tidak lekas membuatku menyadari bahwa di sana ada jalan setapak yang menunggu untuk dilangkahi. Berdiri tagak memandang tetapi tanpa pergerakkan bagaikan mayat dengan penyangga. Hanya bisa diam. Mungkin sekarang belum, tapi suatu hari kelak aku yakin aku bisa melangkahkan kakiku dengan gontai tanpa aral rintang. Aku yakin kelak ada saatnya aku berlari setelah melewati ini semua. tidak masalah seberapa lama hal itu, paling tidak ada harapan di sini untuk hal-hal yang ada di sana.

Sunday, June 2, 2013

Dua Hal

Aku rasa tidak ada hal yang lebih mudah dilakukan selain diam. Diam mengandung beribu arti tapi adakah yang tahu ? ya... yang tahu hanya si empunya tubuh dan Yang di atas sana. melihat, mendengar, meresa, mencium, meraba dan yang lain memberi warna dalam hidup ini. Aku tidak yakin warna apa yang pas bagiku, sejauh ini aku hanya masih merasa belum mempunyai warna. Terkadan lelah berlebihan dan kadangkala ingin terus berlari. Hidup seperti terkadang membuat ku ingin ke kesana. Ke tempat yang suci, tidak ada kotoran seperti di sini. Halaman yang penuh ilalang bisa dibuat untuk bersandar tanpa takut debu. Berjalan berkeliling membawa keistimewaan bagi sesama. Tidak ada kotoran yang berusaha mengotori

Aku sadar ini sudah terlalu jauh. Untuk bangun dan mencuci muka pun masih perlu berfikir. Apalagi untuk pergi lebih jauh. Tidak kah di sana ada Malaikat yang datang dengan sayap terbentang memberi tahu ini dan itu untuk kulakukan. Oh.. tidak mungkin. Atau kah di sana ada setan yang menampakkan keburukannya untuk aku hindari. Oh.. tidak mungkin juga. Tubuh ini telah lelah untuk semua ini tapi tindakan juga tak kunjung menemukan jalannya. Tertidur mungkin hal yang paling pas untuk dilakukan.

Hal kedua termudah untuk dilakukan adalah menulis. Ya.. aku hanya ingin terus menulis mulai saat ini dan seterusnya. Tidak perlu berfikir terlalu banya hanya menulis, menulis dan menulis. Berharap di sana kelak akan mendapat jalan yang licin meluncurkanku pada dataran penuh bunga.  Mengapa? karena Menulis tidak membutuhkan banyak tenaga, sedangkan tenaga ini terkadang belum bisa menyesuaikan diri, tidak sekarang atau kelak.

Orang bijak banyak berinisiatif, dan aku ingin seperti mereka. Dan Aku yakin inisiatif mereka dimulai dengan tulisan. Menghayal, kemudian Tulis ! merenung kemudian Tulis ! berbicara kemudian tulis ! mendengar, Tulis ! melihat, tulis ! bermimpi, tulis ! dan berfikir tulis ! Siapa yang membaca ? aku tak perduli. Aku hanya ingin menulis. Mungkin kelak sesekali akan kubaca ulang, tapi tidak sekarang. Paling tidak akan ada satu orang yang akan membacanya,

Semua ini omong kosong saat ini, tapi kelak akan kubuktikan. Aku akan menulis untuk esok, lusa dan masa depan. Sekali berjanji harus ditepati dan aku berjanji pada diriku. Ditertawakan ? ya.. janganlah ! tapi kritik dan saran akan selalu terbuka.

Berjalan menyusuri terowongan ini tidak segelap yang dibayangkan bila kau membawa obor atau sejenis suber cahaya yang lainnya. Tapi yang paling utama adalah awasi langkahmu ! perhatikan setiap jengkal yang akan kau lewati. Terkadang tolehlah kebelakang memastikan tidak ada menguntitmu. Fokus dan teruslah berjalan sempai cayaha terang lain menyambutmu. Sangat menyenangkan hidup ini, dan akan selalu. Kalau belum, Bergembiralah dan Mulai !

Saturday, April 27, 2013

Perang ? Kenapa Tidak ?

Kamu tahu ? Kapan peperangan ini akan berahir ? kita tidak akan pernah tahu. Peperangan yang tersembunyi di balik konsep-konsep yang dibuat oleh manusia. Satu golongan memperjuangkan ini dan yang lain memperjuangkan yang itu dan seterusnya. Tidak akan pernah selesai. Semua orang menganggap punyanya adalah yang paling benar. Kacau, Kacau, Sungguh sangat kacau...

Peperangan seperti ini butuh siasat, taktik, ahh.. dan segalanya yang dibutuhkan dalam sebuah peprangan. Perjuangan yang tanpa henti, senang ketika memperoleh kemenangan, sedih dan kecewa ketika kalah, dendam muncul di antaranya. Mengangkat senjata, berlindung, menghindar, serangan balasan, dan Booomm...... ledakan muncul. Tidak tahu siapa yang meledak dan yang meledakkan. Hanya saja semuanya dalam bentuk lain yang kasat mata, apalagi untuk orang-orang awam.

Aku sendiri disini terus mengumpulkan amunisi untuk ikut perang. Akan sangat rugi jika hanya duduk diam mengikuti dan mendengarkan berita2nya. Karena semua pasti tahu peperangan seperti ini tidak akan pernah usai.