Showing posts with label Hitam. Show all posts
Showing posts with label Hitam. Show all posts

Wednesday, November 9, 2016

Kelabu-Kelabu Yang Menakuti

Dari siang sampai maghrib hujan tidak berhenti. Tahu sendirilah bagaimana suasana hati ketika hujan di sore hari? Ada semacam warna kelabu menggantung. Menggantung entah di mana, tetapi kelabu itu ada di sini, di kepala, di mata, dan di hati.

Kucoba untuk mencerahkan diri. Tidak ada yang mendukung. Ataukah niatku yang kurang kuat? Kelabu it terus mengawang. Seperti raksasa yang membayangi. Tidak bisa bebas dan tidak bisa keluar dari cengkeramannya.

Aku ingin keluar dari kegelapan ini. Merasakan bentangan cahaya terang. Kehangatan dalam kehangatan. Keceriaan dalam senyuman cerah. Kerlap-kerlip gemintang mendendangkan cerita. Hanya saja.. suara hujan itu mengungkung mereka semua. Pendengaranku penuh dengan suara rintihan yang tidak tampak.

Tapi aku tidak sedih. Sepertinya perasaan itu sudah lama tak ada di sini. Mungkin karena hati ini tidak bertuan sehingga bentuk dan rupanya seperti rumah kosong. Sepi dan kotor.

Hmm.. gemericik gerimis masih terdengar dan terasa. Andaikan rumah kosong ini kecipratan airnya, aku yakin satu, dua debu di sana akan meleleh.

Metaforaku terlalu jauh.

Tapi benar..

Ketika kepala ini kutengadahkan ke langit. Tetesan-tetesan dari langit itu sedikittnya bisa meluluhkan kelabu-kelabu gelap yang menggeluyuti. Pikiranku langsung terbawa pada jutaan orang yang tidak dapat tempat berlindung dalam keadaan seperti ini. Tiada tempat berteduh dari hujan. Tiada sarana menghangatkan diri ketika dingin. Tidak tempat bernaung. Oleh sebab itu.. aku harus bersyukur.

Aku adalah satu dari sekian banyak penerima kenikmatan. Aku adalah satu dari sekian banyak yang selamat dari kesengsaraan. Aku adalah keberuntungan. Namun begitu.. aku hanyalah hamba yang bodoh yang terus lupa.

Maka..

Biarkan hitam itu bergelayut. Kelabu-kelabu yang membayangi dan menakuti. Raksasa yang mengangkangi. Biarkan itu semua.. aku hanya ingin melangkah dan tersenyum berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa.

Sumber gambar: http://pre02.deviantart.net/



Friday, May 6, 2016

Catatan Akhir Kuliah (2)

Waktu semakin mepet, sedangkan tidak banyak yang bisa saya lakukan, kecuali menunggu.

Menunggu apa? its complicated. Hanya saja dalam saat-saat seperti ini otakku menjadi lebih jernih. Aku bisa melihat sesuatu lebih jelas dari biasanya. Lebih bisa memilih dan mimilah. Dan lebih berani mengambil tindakan.

Mungkin masa-masa inilah yang akan menjadi pelajaran paling berharga dalam hidupku yang singkat ini. Masa-masa penantian. Seperti dia ketika menanti kejora setiap malam. Hanya Dia yang tahu dan berkuasa untuk mengakhiri penantian itu.

Yah.. aku benar-benar yakin kalau ini akan menjadi pelajaran terpenting. Menjadi pamungkas dari setiap pelajaran-pelajaran hidup yang telah bertumpuk bak gundukan kerdus di gudang. Dan ini lah kerdus terakhir dengan beirisikan hal yang paling berharga. Tinggal mau dikemanakan ?

Memang masih ada sedikit keraguan dan rasa takut seperti sebelum-sebelumnya. Pengingkaran. Tapi kali ini aku yakin. Karena aku sendiri telah lelah dengan masa lalu itu. Aku yakin..

-----

Menuliskannya seperti ini malah membuat keyakinanku berlipat ganda. Seperti yang kuhadapi ini adalah batu loncatan, yang akan melontarkanku jauh ke depan. Insyaallah.

Ah.. hayalanku terlalu tinggi. Sekarang saatnya kembali ke masa penantian ini. Menunggu. Sekarang, hari ini sedikit ragu. Tapi seperti yang sudah kubilang. Aku yakin Dia mendengar dan akan membantuku. Insyaallah.

Tidakkah ini seru? tidakkah ini menegangkan? oleh karen itu, kau harus kuat dan tetap fokus. Jangan lalai! jangan seperti dulu! Kuatkan hatiku. Perjernih lagi otakmu, sampai sangat jernih, paling tidak seperti istananya Nabi Sulaiman yang digunakan untuk menyambut Ratu dari Saba.

Dan jangan lupa, terus meminta kepadaNya. Dia Maha Tahu. Allaha Tahu. Yeah.. Allah Knows..